Strict Parent ala Pemerintah Jawa Barat: Membaca Sisi Positif Jam Malam Pelajar
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerbitkan kebijakan jam malam pelajar melalui Surat Edaran Gubernur No. 51/PA.03/DISDIK. Aturan ini melarang pelajar melakukan aktivitas di luar rumah mulai pukul 21.00 sampai 04.00 WIB, dengan beberapa pengecualian tertentu. Tujuannya adalah membentuk karakter pelajar melalui nilai-nilai Panca Waluya.
Jika dianalisis dari sudut pandang pendidikan, kebijakan ini mirip dengan pendekatan strict parent atau orang tua yang ketat. Meskipun sering dianggap keras, pola seperti ini sebenarnya bisa memberikan dampak positif jika diterapkan dengan niat mendidik dan membimbing.
1. Menjaga Pelajar dari Risiko Lingkungan Malam Hari
Pukul 9 malam ke atas adalah waktu yang rentan terhadap pengaruh negatif, seperti tawuran, narkoba, atau pergaulan bebas. Dengan adanya batas waktu, Pemerintah Jawa Barat berperan seperti orang tua yang ingin memastikan anak-anaknya aman di rumah, bukan berkeliaran tanpa arah.
2. Mendorong Disiplin dan Pola Hidup Sehat
Batas jam malam bisa menjadi sarana untuk membiasakan pelajar tidur lebih awal dan mengatur waktu belajar dengan baik. Disiplin waktu adalah salah satu bekal penting dalam dunia pendidikan dan masa depan kerja. Dalam hal ini, pendekatan strict parent mendorong kedisiplinan yang mungkin sulit dibentuk tanpa aturan tegas.
3. Membangun Kesadaran tentang Tanggung Jawab Sosial
Dengan pembatasan ini, pelajar juga diajak untuk memahami bahwa kebebasan harus disertai tanggung jawab. Mereka belajar bahwa ada waktu-waktu tertentu yang sebaiknya diisi dengan kegiatan produktif atau istirahat, bukan aktivitas yang berisiko.
4. Menguatkan Peran Keluarga
Kebijakan ini secara tidak langsung mendorong keterlibatan orang tua dalam mengawasi dan mendampingi anak di malam hari. Ini memperkuat komunikasi keluarga, yang sangat penting dalam mendampingi perkembangan pelajar.
Kesimpulan
Kebijakan jam malam pelajar dari Pemerintah Jawa Barat bisa dipandang sebagai bentuk perhatian dan kepedulian, layaknya strict parent yang ingin anak-anaknya tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan terarah. Aturan ini bukan semata membatasi, tapi juga membentuk disiplin, tanggung jawab, dan perlindungan jangka panjang bagi generasi muda.
