Iklan

📰 Selamat datang di beriTAHU — Tempatnya berita unik, cerita pendek inspiratif, dan fakta mengejutkan yang bikin kamu bilang “Oh, baru TAHU!” 💡

Ad code

Guru Zaman Now : antara Mendidik atau Takut Viral

Ditulis Oleh : Efendy Nugraha

Pernah nggak sih kita denger cerita begini: ada guru yang negur siswa karena ribut, eh... malah diprotes orang tua. Ada guru yang kasih hukuman disiplin, malah diviralin di medsos. Ujung-ujungnya, sekolah minta maaf. Gurunya? Drop, trauma, atau malah kena sanksi.

Lho, sejak kapan sih guru jadi pihak yang harus takut?


Dulu Guru Ditakuti Karena Dihormati. Sekarang? Takut Disomasi.

Jujur aja, dulu anak-anak lebih nurut sama guru. Bukan karena galak, tapi karena ada wibawa. Guru itu panutan. Kalau dimarahin, kita pulang takut bilang ke rumah, karena orang tua pasti bilang:

“Ya udah, berarti kamu salah. Dengerin guru.”

Sekarang? Banyak orang tua yang langsung pasang badan, ngerasa anaknya paling benar. Belum tahu kronologi, langsung ngegas. Bikin status. Upload video. Minta klarifikasi publik. Guru nggak dikasih kesempatan untuk mendidik, karena takut salah langkah dikit, bisa viral dan di-cancel.


Guru Banyak yang Takut, Akhirnya Cuma Ngajar Pulang - Ngajar Pulang

Kondisi ini bikin banyak guru jadi serba salah dan takut bertindak. Akhirnya mereka memilih jalan paling aman: ngajar saja secukupnya, tanpa terlibat lebih jauh ke dalam pembentukan karakter siswa.

Mau negur anak? Takut dipermasalahkan.
Mau kasih sanksi? Takut dilaporin.
Akhirnya? Tugas mendidik yang sebenarnya — membentuk sikap, kedisiplinan, dan etika — ditinggalkan.

Padahal itu esensinya guru. Bukan cuma ngajar rumus atau teori, tapi membimbing manusia jadi pribadi yang utuh.

“Ayeuna mah loba guru nu ahirna milih cicing. Ngajar wungkul, tuluy balik. Sabab sieun disalahkeun. Tidinya, rasa disiplin di sakola beuki leungit.”
— Efendy Nugraha


Pendidikan Gagal Bukan Karena Kurikulum, Tapi Karena Guru Dilemahkan

Kalau sekarang banyak anak yang susah diatur, gampang ngelawan, dan minim sopan santun, jangan buru-buru nyalahin sekolah. Karena faktanya: guru hari ini nggak punya ruang buat bertindak tegas.

Disiplin pun akhirnya jadi teori. Sekolah hanya jadi tempat mengajar, bukan mendidik.


Orang Tua, Stop Jadi 'Bodyguard' Anak 24/7

Pendidikan itu kerja bareng. Bukan guru lawan orang tua. Tapi sekarang, pola pikirnya berubah: anak itu pelanggan, sekolah itu penyedia jasa. Kalau anak nggak senang, tinggal pindah sekolah. Guru pun serba salah: ditegasin salah, didiemin makin liar.


Yuk, Balikin Wibawa Guru

Jangan buru-buru nge-judge. Dengar dulu dua sisi. Anak mungkin bisa cerita, tapi belum tentu jujur. Guru pun manusia, kadang bisa salah, tapi mereka nggak pernah berniat jahat.

Yang mereka bawa cuma satu misi: bikin anak-anak jadi manusia yang cerdas dan punya sikap, bukan cuma soal nilai mata pelajaran.

Kalau kita terus-terusan ngecilin peran guru, maka siap-siap aja kita ngadepin generasi yang pinter debat, tapi nggak bisa diatur. Yang jago ngelawan, tapi nggak tahu caranya hormat.
Dan waktu itu tiba, baru deh kita sadar:

"Ternyata, yang kita lemahkan selama ini justru orang yang paling peduli sama masa depan anak-anak kita."



Comments