Menonton bersama (nobar) pertandingan tim nasional sepak bola selalu menjadi momen penuh semangat yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Sayangnya, di tengah antusiasme tersebut, momen nobar kini juga berpotensi dimanfaatkan sebagai ajang kampanye Pilkada 2024 secara terselubung.
Potensi Nobar untuk Kampanye Politik
Kegiatan nobar sering kali menarik perhatian massa dalam jumlah besar. Kondisi ini menjadi peluang strategis bagi calon kepala daerah untuk meningkatkan popularitas mereka. Berikut beberapa modus yang mungkin dilakukan:
- Distribusi Atribut Kampanye: Pemberian kaos, topi, atau merchandise lain dengan logo atau nama kandidat sebagai bentuk promosi terselubung.
- Penyampaian Pesan Politik: Pesan kampanye dapat disisipkan melalui spanduk, iklan digital, atau bahkan pengumuman selama acara berlangsung.
- Pendanaan dan Sponsor Acara: Jika nobar didanai oleh tim sukses atau pihak yang terkait dengan kandidat tertentu, ini bisa dianggap sebagai bagian dari strategi kampanye.
Ketua Panwascam Cijeungjing, dalam keterangannya, mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam agenda tersembunyi tersebut. "Baiknya jika kita sebagai pecinta bola jangan sampai menjadi kampanye terselubung, apalagi jika ditambah dengan bagi-bagi amplop atau bahan kampanye salah satu paslon," tegasnya.
Pelanggaran yang Bisa Terjadi
Penyalahgunaan momen nobar untuk kampanye dapat melanggar sejumlah aturan Pilkada. Beberapa di antaranya:
- Kampanye di Luar Jadwal
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 dengan tegas mengatur bahwa kampanye hanya boleh dilakukan pada jadwal yang ditetapkan oleh KPU. Nobar yang dijadikan ajang kampanye di luar jadwal adalah pelanggaran. - Pemanfaatan Fasilitas Umum
Lokasi nobar di tempat umum seperti lapangan atau gedung olahraga memerlukan izin. Jika digunakan untuk kampanye tanpa izin, hal ini melanggar aturan. - Politik Uang Terselubung
Pembagian makanan gratis, hadiah, atau fasilitas lain dengan pesan politik dapat dianggap sebagai bentuk politik uang. - Pelanggaran Netralitas ASN
Jika ASN atau perangkat daerah terlibat dalam penyelenggaraan acara yang mendukung kandidat tertentu, hal ini melanggar ketentuan netralitas.
Mengutamakan Sportivitas dalam Demokrasi
Memanfaatkan momen nobar untuk kampanye tanpa mengikuti aturan bukan hanya mencederai semangat fair play dalam olahraga, tetapi juga melanggar nilai-nilai demokrasi. Semua pihak diharapkan dapat menjaga integritas baik di arena politik maupun di tengah euforia sepak bola. Mari menjadikan Pilkada 2024 sebagai pesta demokrasi yang jujur dan bermartabat, tanpa mencampuradukkannya dengan kegiatan olahraga rakyat seperti nobar.