Sebuah kontroversi muncul di tengah-tengah persiapan Pemilihan Bupati (Pilbup) Ciamis terkait dengan pemilihan maskot yang dianggap melanggar hak cipta. Maskot yang dipilih untuk mewakili semangat dan identitas daerah adalah Cital dan Citul, penguasa Gunung Sawal. Namun, klaim baru muncul bahwa maskot tersebut sebelumnya telah digunakan dalam kegiatan Raimuna & Kanira Cabang Ciamis, yang merupakan Pertemuan Terbesar Anggota Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Kabupaten Ciamis, dengan klaim penciptanya oleh seorang pemuda anggota pramuka di Ciamis.
Pemuda anggota pramuka di Ciamis, yang diketahui sebagai pencipta maskot yang sebelumnya digunakan dalam kegiatan Pramuka, menyuarakan keberatannya atas penggunaan maskot tersebut dalam konteks politik tanpa mendapatkan konfirmasi langsung dari dirinya. Meskipun merasa senang melihat karyanya diakui, ia tetap mempertanyakan etika dari pembuat Maskot Cital Citul yang menggunakannya untuk kepentingan politik tanpa izinnya.
Menurut pemuda anggota pramuka tersebut, penggunaan karya seni tanpa izin merupakan pelanggaran terhadap hak cipta dan mengabaikan prinsip menghormati penciptanya. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan etika dalam menggunakan karya seni, terutama ketika karya tersebut digunakan dalam konteks yang lebih luas seperti dalam kampanye politik.
Pihak terkait dalam kontroversi ini belum memberikan tanggapan resmi terhadap keprihatinan yang disuarakan oleh pemuda anggota pramuka di Ciamis. Meskipun demikian, perdebatan mengenai penggunaan karya seni dan hak cipta dalam konteks politik semakin memperkuat kesadaran akan pentingnya menghormati karya seni dan hak cipta para penciptanya dalam semua situasi.