Iklan

📰 Selamat datang di beriTAHU — Tempatnya berita unik, cerita pendek inspiratif, dan fakta mengejutkan yang bikin kamu bilang “Oh, baru TAHU!” 💡

Ad code

Workshop Pamong Saka: Kwarcab Ciamis Dorong Pembinaan Dinamis dan sesuai aturan dalam gerakan pramuka

 

Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Ciamis, H. Nanang Permana, MH, mengajak seluruh Pamong Satuan Karya (Saka) untuk lebih adaptif dalam membina anggota Pramuka Penegak dan Pandega. Hal itu ia sampaikan saat membuka Workshop Pamong Saka tingkat Kwarcab Ciamis yang digelar di Gedung Pramuka Ciamis, Sabtu (19/7/2025).

Workshop yang diikuti oleh 54 peserta dari 27 Kwartir Ranting se-Kabupaten Ciamis ini bertujuan untuk menyamakan persepsi para Pamong terkait peran, fungsi, dan sistem pembinaan di masing-masing Saka. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan internal agar para Pamong lebih siap dalam mengembangkan kemampuan peserta didik melalui metode yang tepat dan sesuai dengan karakter serta bidang setiap Saka.

Kegiatan ini penting untuk memastikan program pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega berjalan sesuai dengan petunjuk penyelenggaraan resmi, tidak menyimpang dari garis besar sistem kepramukaan, serta memiliki arah yang jelas dan terukur.

Dalam kesempatan tersebut, H. Nanang Permana menegaskan bahwa Pamong Saka tidak seharusnya hanya berfokus pada satu jenis Saka saja. Ia mendorong para Pamong untuk terbuka terhadap lintas Saka agar dapat memperkaya wawasan, metode pembinaan, serta jaringan kerja.

“Pamong Saka jangan hanya terfokus pada satu jenis Saka. Cobalah menjelajah ke Saka lain agar wawasan dan metode pembinaan semakin luas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nanang juga menyoroti pentingnya pemahaman tentang hak peserta didik untuk berpindah Saka. Berdasarkan Petunjuk Penyelenggaraan Saka dari Kwartir Nasional (Jukran Kwarnas No. 03 Tahun 2021), anggota Pramuka Penegak dan Pandega diperbolehkan berpindah ke Saka lain setelah aktif minimal 6 bulan dan memiliki sedikitnya 3 Tanda Kecakapan Khusus (TKK).

“Ke depan, saya tidak ingin lagi ada peserta didik yang terhambat ketika ingin berpindah Saka. Setelah enam bulan, Penegak maupun Pandega boleh memilih untuk mengembangkan diri di Saka lain. Jangan sampai mereka menghabiskan masa Pramuka-nya hanya di satu Saka saja,” tegas Nanang.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Saka, Sako, Gugus Darma, dan Bela Negara Kwarcab Ciamis, Yayat Ruhyat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penyegaran dan penguatan peran Pamong di tingkat ranting. Para peserta diharapkan mampu meneruskan hasil workshop kepada anggota di wilayah masing-masing.

“Kegiatan ini bukan sekadar pembekalan, tetapi juga untuk menyatukan pemahaman agar Pamong bisa menjadi pembina yang profesional dan adaptif,” kata Yayat.

Dengan terselenggaranya workshop ini, Kwarcab Ciamis berharap pembinaan anggota Saka menjadi lebih dinamis dan memberi ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk berkembang lintas bidang sesuai minat dan potensi masing-masing.

Comments