Iklan

Memuat pesan hari ini...

Ad code

Mahkota Emas 8 kg, Saksi Kejayaan Sunda


sumber foto : facebook/geogenius 

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan kerja ke Keraton Sumedang Larang untuk meninjau langsung salah satu pusaka paling berharga di Nusantara: Mahkota Binokasih. Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan pentingnya menghidupkan kembali narasi sejarah demi menjaga jati diri bangsa.

Langkah kaki sang menteri terhenti tepat di depan etalase yang menyimpan mahkota emas murni seberat delapan kilogram tersebut. Baginya, Mahkota Binokasih bukan sekadar artefak logam mulia, melainkan saksi bisu kejayaan peradaban Sunda yang pernah mendominasi peta budaya Nusantara.

Simbol Estafet Peradaban

Mahkota Binokasih memiliki nilai historis yang mendalam sebagai simbol legitimasi kekuasaan. Pusaka ini merupakan penanda peralihan kekuasaan dari Kerajaan Pajajaran ke Kerajaan Sumedang Larang.

"Ini adalah mahakarya sejarah. Keberadaan mahkota ini membuktikan bahwa sejak berabad-abad silam, masyarakat kita telah memiliki standar estetika, sistem kekuasaan, dan tingkat kemakmuran yang sangat tinggi," ujar Fadli Zon di sela-sela kunjungannya.

Ia menambahkan bahwa sejarah semacam ini tidak boleh terkunci dalam kesunyian museum. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan narasi kejayaan Sumedang Larang dan situs-situs di sekitarnya dikenal luas oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Kolaborasi Pelestarian Budaya

Sejalan dengan visi kementerian, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga mempertegas komitmennya dalam merawat warisan leluhur. Merawat kebudayaan dipandang sebagai investasi untuk masa depan dan penjaga jati diri di tengah arus modernisasi.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan Keraton Sumedang Larang tidak hanya menjadi destinasi wisata religi atau sejarah, tetapi juga menjadi pusat kekuatan budaya yang produktif dan edukatif bagi generasi mendatang.