Iklan

Memuat pesan hari ini...

Ad code

Angin Kencang di Kertaharja Ciamis Tumbangkan Pohon, Dua Rumah Warga Rusak

 


CIAMIS – Musibah pohon tumbang menimpa pemukiman warga di Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Insiden yang dipicu oleh terjangan angin kencang ini mengakibatkan kerusakan pada dua rumah milik warga setempat.

Kronologi dan Dampak di Kertaharja

Berdasarkan laporan dari Pemerintah Desa Kertaharja, peristiwa tersebut terjadi dalam dua waktu berbeda, yakni pada pukul 04.30 WIB dan 10.30 WIB. Angin kencang menyebabkan pohon berukuran besar roboh dan menimpa bagian atap rumah warga di Dusun Desa dan Dusun Sarayuda.

Dua warga yang terdampak langsung adalah:

  • Bapak Wawan (RT 002 RW 004): Rumah mengalami kerusakan berat.
  • Bapak Nana (RT 002 RW 007): Rumah mengalami kerusakan sedang.

Meski sebagian genting pecah dan atap mengalami kerusakan berat, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp15.000.000. Saat ini, warga bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat desa telah bergotong royong melakukan pembersihan puing serta pemotongan batang pohon yang menimpa bangunan.

Penjelasan BMKG Terkait Potensi Cuaca Ekstrem

Kejadian di Kertaharja ini sejalan dengan peringatan dini yang dirilis oleh BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat pada 22 Januari 2026. Dalam rilis tersebut, BMKG telah memprakirakan adanya potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang untuk periode 23-29 Januari 2026 di wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Ciamis.

BMKG menjelaskan bahwa terdapat beberapa fenomena atmosfer yang memicu kondisi ini, di antaranya:

  • Fase La Niña Lemah: Indeks ENSO di wilayah NINO 3.4 berada pada fase negatif yang mengindikasikan kondisi La Niña lemah, sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan.
  • Aktivitas Gelombang Atmosfer: Adanya aktivitas gelombang Kelvin dan Low Frequency yang diprakirakan aktif di wilayah Pulau Jawa. 
  • Labilitas Atmosfer: Kondisi atmosfer berada pada kategori labil sedang hingga kuat, sehingga meningkatkan potensi terbentuknya awan konvektif pada skala lokal.
  • Belokan Angin: Terpantaunya daerah konvergensi di wilayah Jawa Barat yang memicu dan meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama sepekan ke depan dan disarankan untuk terus memantau informasi cuaca resmi melalui kanal komunikasi BMKG.